Polres Ungkap Sejumlah Kasus Tindak Pidana Pilkada Kutai Timur

KILASKALTIM.COM- Polres Kutai Timur (Kutim) merilis penanganan tindak pidana pemilu sebanyak tiga belas orang menjadi terdakwa yang ditangani oleh tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakumdu).

Wakapolres Kutim, Kompol Triyanto didampingi ketua Bawaslu Kutim memaparkan modus operandi dan motif para terdakwa. Ada tiga orang merupakan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Sangatta Utara memjadi terdakwa yakni SAL ia dijatuhi vonis 3 tahun 4 bulan, AMU 3 tahun 2 bulan, sementara SAK 3 tahun 4 bulan. Dengan pasal yang disangkakan Pasal 185B JO 48 10/2016.

“Kemudian modus operandi SAL, AMU, dan SAK anggota PPS Sangatta Utara ialah tersangka tidak melakukan verfak dan bertandatangan di BA.5.KWK seakan telah dilaksanakan verfak namun fiktif. Guna meloloskan calon perseorangan dari syarat verfak oleh petugas PPS,” papar Wakapolres saat gelar jumpa pers pada Kamis Kemarin (24/12/2020).

Sehingga masuk dalam pasal 185B JO 48 UU 10/2016 tentang Pilkada (petugas PPS tidak melaksanakan verfak) dengan ancaman pidana minimal 3 tahun atau maksimal 6 tahun penjara.

Selanjutnya, ada satu orang untuk proses sidik adapun modus operandi menghalangi petugas Panwas dalam melaksanakan tugas, motifnya melakukan kampanye diluar jadwal dan masuk dalam keterangan SP3.

Kemudian, ada ada delapan tersangaka yakni PA, SU, SP, SE, YA, SM, DS dan NG merupakan oknum yang diduga melakukan tindak pidana pemilu di TPS 78 Margo Santoso Sagatta Utara. Kedelapan tersangka tersebut diciduk di lokasi yang berbeda dimana dua diantaranya sempat buron namun berhasil diringkus.

“Kemarin sudah melaksanakan 20 reka adegan berdasarkan keterangan dari para tersangka. Satu diantara tersangka diversi atau pencoblosan anak dibawah umur,” tandasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *