Rapat Senat Terbuka, STAI Sangatta Wisuda 145 Orang

KUTAI TIMUR– Sebanyak 145 wisudawan dan wisudawati Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta Kutai Timur (Kutim) resmi dikukuhkan dalam Wisuda ke-XVI yang berlangsung di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna Bukit Pelangi, Rabu (15/7/2026).

Para lulusan berasal dari lima program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Ekonomi Syariah (ES), dan Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhshiyah).

Ketua STAI Sangatta, Satriah, mengatakan prosesi wisuda merupakan momentum penting yang menandai dimulainya babak baru kehidupan para lulusan. Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi harus menjadi bekal untuk memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Hari ini bukan garis akhir perjalanan kalian. Wisuda adalah awal untuk membuktikan ilmu yang telah diperoleh melalui karya, pengabdian, dan keteladanan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Satriah juga memaparkan perkembangan STAI Sangatta yang terus menunjukkan kemajuan. Saat ini kampus tersebut memiliki 533 mahasiswa aktif, didukung 62 dosen dan 22 tenaga kependidikan.

Ia menjelaskan, STAI Sangatta telah meraih akreditasi institusi dengan predikat Baik Sekali. Selain itu, kampus juga memperoleh kuota 275 mahasiswa penerima beasiswa gratis gratis pool dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga terus dilakukan. Hingga kini STAI Sangatta telah memiliki puluhan dosen bergelar doktor sebagai salah satu syarat penting dalam pengembangan kelembagaan.

“Kami terus menyiapkan seluruh persyaratan agar cita-cita meningkatkan status STAI Sangatta menjadi institut dapat segera terwujud,” kata Satriah.

Sementara, Sekretaris Kopertais Wilayah XI Kalimantan, Asikin Noor menilai secara akademik STAI Sangatta telah memenuhi unsur untuk berkembang menjadi institut karena telah memiliki program studi dari tiga rumpun keilmuan yang berbeda.

“Kalau melihat perkembangan yang ada sekarang, saya optimistis dalam beberapa tahun ke depan STAI Sangatta sudah dapat bertransformasi menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN),” ungkapnya.

Ditempat sama, Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menegaskan komitmen Pemerintah dalam mendukung pengembangan STAI Sangatta melalui hibah daerah. Menurutnya, dukungan tersebut harus berbanding lurus dengan kualitas lulusan yang dihasilkan.

“Pemerintah tentu berharap setiap dukungan yang diberikan melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu memberi manfaat nyata bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga dari kontribusi mereka setelah terjun ke masyarakat. Tidak berhenti pada capaian akademik. Yang lebih penting adalah bagaimana alumni mampu menghadirkan solusi, berkarya, dan menjadi teladan di lingkungan tempat mereka mengabdi.

Ia juga berpesan agar seluruh alumni menjaga nama baik almamater serta mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.

“Tunjukkan karakter lulusan STAI yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, memiliki integritas, dan mampu menebarkan manfaat bagi masyarakat,” pesannya. (*)

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *