Luncurkan GEMAS, Grup PT Pertamina Hulu Indonesia Tegaskan Komitmen Kurangi Polusi Plastik di Lingkungan Zona 9

Oplus_16908288

Balikpapan– PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) bersama anak perusahaan dan afiliasinya di lingkungan Zona 9 menegaskan komitmen dalam mengurangi polusi plastik melalui peluncuran program GEMAS (Gerakan Eliminasi Plastik Sekali Pakai, Mulai Pilah Sampah, Aplikasi Prinsip 4R, dan Semua Beraksi).

Program ini dilaksanakan sepanjang Juni hingga awal Juli 2026 dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.Inisiatif tersebut dilandasi meningkatnya kesadaran akan bahaya mikroplastik yang telah mencemari lingkungan dan memasuki rantai makanan manusia.

Berbagai kegiatan digelar, mulai dari edukasi kepada pelajar dan mahasiswa, penguatan pengelolaan sampah berkelanjutan, hingga kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menekan penyebaran sampah plastik yang mengancam ekosistem dan kesehatan masyarakat.

General Manager Zona 9, Dadang Soewargono, secara resmi meluncurkan GEMAS sebagai gerakan yang diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku nyata di lingkungan kerja. Komitmen untuk mengurangi sampah plastik harus kita mulai dari diri sendiri dengan meniadakan botol plastik sekali pakai di kantor.

“Kita bersama dengan kesadaran penuh membawa tumbler untuk minum setiap hari sebagai langkah nyata menjaga lingkungan,” ujar Dadang.

Menurutnya, GEMAS tidak boleh berhenti sebagai slogan ataupun seremoni tahunan. Gerakan tersebut diharapkan menjadi budaya yang melekat pada setiap pekerja beserta keluarganya sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan masa depan generasi penerus.Implementasi program dilakukan di seluruh wilayah operasi migas Zona 9, meliputi PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), PT Pertamina EP (PEP) Sangatta Field, PEP Sangasanga Field, hingga PEP Tanjung Field.

Di bidang edukasi, PEP Sangatta Field menggelar kuliah umum bertema perubahan iklim di Universitas Mulawarman pada 6 Juni 2026. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 187 peserta dengan menghadirkan narasumber Pathur Rachman As’ad dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur serta Fahrizal Adnan, dosen Teknik Lingkungan Universitas Mulawarman.

Sementara itu, Head Office Zona 9 di Balikpapan melaksanakan sosialisasi pemilahan sampah kepada siswa SD Negeri 009 Balikpapan Timur. Kegiatan serupa juga dilakukan PHSS di SD Negeri 020 Anggana dengan melibatkan pemerintah desa setempat.Komitmen terhadap pengelolaan sampah juga diwujudkan melalui penyediaan sarana pendukung.

Lewat program Green and Healthy School, PEP Sangasanga Field menyalurkan tempat sampah terpilah dan peralatan komposter ke sejumlah sekolah, antara lain Madrasah Tsanawiyah 4 Kutai Kartanegara, SMP Negeri 1 Samboja, dan SMK Al-Jabar Nur Samboja.PHSS turut menggelar aksi jalan sehat sambil memungut sampah bersama warga Desa Sindang Jaya dan pelajar SMA Negeri 1 Muara Jawa pada 14 Juni 2026.

Untuk memastikan keberlanjutan program, PEP Sangasanga Field juga menjalin kemitraan dengan Bank Sampah Samboja dalam mengampanyekan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.Di Kalimantan Selatan, PEP Tanjung Field mengembangkan pengelolaan sampah organik berbasis ekonomi sirkular melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).

Metode tersebut diterapkan untuk mengolah sampah organik harian di kawasan Taman 10K dan Kampung Iklim Lestari sehingga dapat mengurangi pembusukan sampah sekaligus menekan potensi munculnya bakteri penyebab penyakit.Rangkaian kegiatan ditutup dengan kolaborasi bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabalong dalam Apel Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diisi penanaman pohon di Ruang Terbuka Hijau Bundaran Monumen Tanjung Puri serta penyerahan bak sampah secara simbolis.

Di Kutai Timur, PEP Sangatta Field juga melaksanakan penanaman 150 bibit mangrove di Teluk Lombok, Sangatta Selatan, pada 1 Juli 2026 sebagai upaya mendukung pelestarian kawasan pesisir.Zona 9 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional 3 Kalimantan yang dikelola PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI).

Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang bekerja sama dengan SKK Migas, PHI mengelola operasi hulu migas di Wilayah Kerja Sanga Sanga dan Sangatta di Kalimantan Timur serta Tanjung di Kalimantan Selatan dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).Melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PHI bersama anak perusahaan dan afiliasinya terus menghadirkan inovasi di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur, dan tanggap bencana guna mendukung pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *