Objek Wisata Pantai Sekerat dan Teluk Lombok di Kutim Tutup Sementara

KILASKALTIM.COM- Dalam rangka menyambut tahun baru 2021 Pemerintah Desa Sekerat menutup sementara objek wisata Pantai Sekerat . Penutupan sementara hingga dengan waktu yang tidak ditentukan mengingat situasi dan kondisi pandemi Covid-19 yang belum melandai.

Hal itu sebagai langkah mengantisipasi lonjakan pengunjung menjelang tahun baru 2021 di tengah situasi masih pandemi Covid-19. Penutupan tempat wisata tersebut dilakukan petugas gabungan dari kelembagaan dan Pemerintah Desa Sekerat, Pemerintah Kecamatan Bengalon, Polsek Bengalon, Babinkatibnas, Babinsa Desa Sekarat dan Satgas Covid-19.

Kepala Desa Sekerat, Johansyah menuturkan kebijakan penutupan sementara destinasi wisata ini merupakan langkah antisipasi dan upaya pemerintah desa melakukan perlindungan terhadap warga.

Sehingga aparat Desa sekerat dan aparat Desa persiapan Desa Sekurau Atas akan melakukan pembatasan untuk warga umum yang akan berwisata, memancing atau melakukan aktivitas lainnya.

Langkah ini adalah salah satu upaya untuk melindungi warga dari penyebaran Covid-19. Mengingat kebiasaan masyarakat yang berkerumun di wisata pantai pada saat tahun baru. Posko penjagaan akan mulai dipasang pada Kamis (31/12/20).

“Jadi mari kita hargai setiap kebijakan masing masing Desa dengan tidak memaksakan diri memasuki kawasan kedua Desa tersebut terutama bagi warga yang hendak melakukan aktivitas tidak penting dan aktivitas yang sifatnya bisa ditunda,” sebut Johan saat di konfirmasi.

Menurutnya, kalau tidak dilakukan langka-langkah antisipasi akan berisiko bagi warga dalam upaya penanganan Covid-19. Maka selama ini yang dilakukan oleh pihaknya akan sia-sia.

“Begitu juga untuk para pemancing yang biasanya mengakses jalan darat menuju Sekerat. Mereka datang berombongan, dan untuk sementara juga dilakukan pembatasan ke laut Sekerat,” sebutnya.

Penutupan akses wisata yang bersifat sementara ini tidak akan efektif jika hanya dilakukan hanya satu titik namun juga harus menutup pintu masuk lainnya yang masih terbuka.

“Kami akan perketat bagi pandatang yang masuk jika tujuan hanya berwisata kami akan tahan. Nantinya plang informasi penutupan sementara obyek wisata tersebut di pintu masuk Pantai Sekerat,” tukasnya.

Terpisah, hanya berselang hari, giliran objek wisata pantai Teluk Lombok yang akan ditutup melalui spanduk plang informasi. Proses penutupan sudah dilakukan pada Rabu (30/12/20).

“Hal itu kami lakukan guna meminimalisasi penyebaran Covid-19 jelang akhir tahun 2020. Kami mengimbau agar masyarakat Kutim khususnya Kota Sangatta untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas liburan ke pantai Teluk Lombok,” sebut Camat Sangatta Selatan, Hasdiah.

Sehingga bagi warga punya berkeinginan berlibur pada pergantian tahun agar sebaiknya ditunda. Pasalnya mengingat situasi dan kondisi di masa pandemi Covid-19 yang angka penularannya semakin meningkat.

“Kami minta untuk bisa menjadi perhatian bersama dalam menegakan protokol kesehatan. Tentu bisa mennganti liburan untuk berdiam dirumah. Memanfaatkan masa liburan dengan melakukan kegiatan yang positif,” bebernya.

Berbagai alternatif yang bisa dilakukan untuk mengganti liburan keluar dengan tetap di rumah saja. Kegiatan sederhana seperti berkebun menanam tanaman di pekarangan rumah atau menonton bersama keluarga.

“Pastinya saling mengingatkan dan menahan diri untuk tidak melakukan aktivitas yang berkerumun agar tidak ada lonjakan kasus Covid-19 selama masa liburan,” ucapnya.

Hal itu juga sebagai langkah antisipasi munculnya klaster baru penularan kasus Covid-19. Untuk itu, aturan yang diterapkan untuk mengendalikan mobilitas masyarakat yang haus akan hiburan.

“Memang terkadang kejenuhan dirasakan setiap orang. Akan tetapi alangkah baiknya berdiam diri di rumah saja. Upaya membantu pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” tukasnya.

Sehingga pihaknya terus mengingatkan kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan. Disiplin menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak (3M).

“Untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19, sehingga seluruh destinasi wisata yang ada wilayah Selatan Selatan kami ditutup sementara hingga batas waktu yang sudah ditentukan,” tukasnya. (kls)

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *