PT Pamapersada Nusantara Perkuat Kapasitas Kader Lewat Program Posyandu Champion di Swarga Bara

SANGATTA- PT Pamapersada Nusantara Area Kutai Timur (Kutim) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan masyarakat melalui program Posyandu Champion.
Salah satu tahapannya diwujudkan lewat kegiatan sosialisasi teknis yang digelar di Aula Kantor Desa Swarga Bara pada 21 April 2026.Kegiatan ini menjadi langkah awal dari rangkaian program yang akan berlangsung hingga Agustus 2026.

Sosialisasi diikuti kader posyandu dari dua wilayah, yakni Desa Swarga Bara dan Sangatta Utara, dengan total peserta berasal dari tujuh posyandu.Di wilayah Swarga Bara, peserta berasal dari enam posyandu, yakni Tulip, Rosela, Sekar Melati, Porodisa, Asoka, dan Sakura.
Sementara dari Sangatta Utara, Posyandu Nyiur Melambai turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.Program Posyandu Champion sendiri mencakup 21 posyandu binaan yang tersebar di lima wilayah, yaitu Sangatta Utara, Swarga Bara, Singa Gembara, Muara Bengalon, dan Sepaso Selatan.
Sosialisasi serupa juga dijadwalkan akan dilaksanakan di wilayah lainnya secara bertahap.Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara pihak perusahaan dengan Puskesmas Teluk Lingga dan Puskesmas Bengalon.
Fokus utama dalam program ini meliputi peningkatan kompetensi kader posyandu serta pengelolaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai bagian dari pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Sekretaris Desa Swarga Bara, Rullyanti, menilai kegiatan ini penting dalam memperkuat kapasitas kader di lapangan. Melalui sosialisasi ini, para kader mendapatkan pemahaman yang lebih terarah terkait standar pelayanan dan indikator penilaian.
“Ini menjadi bekal penting agar pelayanan posyandu semakin terstruktur dan berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, CSR Department Head PAMA Kutim, Agung Dwi menegaskan, program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan di bidang kesehatan masyarakat. Dengan begitu, manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami ingin memastikan kader posyandu memiliki kemampuan yang memadai, tidak hanya dalam pelayanan dasar, tetapi juga dalam pengelolaan program pendukung seperti TOGA. ,” jelasnya.
Rangkaian Posyandu Champion akan dilanjutkan dengan tahap pendampingan intensif hingga penilaian akhir. Program ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas posyandu sebagai ujung tombak layanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
“Melalui sinergi yang terbangun antara perusahaan, tenaga kesehatan dan kader, kami optimis posyandu dapat semakin berperan aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan,” tutup Agung. (*)