Geger!!! Seorang Pria Diduga Depresi Ingin Mengakhiri Hidup di Jembatan Pinang

SANGATTA- Aksi konyol seorang pria berinisial WH berusia sekitar 25 tahun di Kutai Timur (Kutim) hingga nekat ingin mengakhiri masa hidupnya dengan melakukan aksi loncat dari atas jembatan Pinang, perbatasan antar Kecamatan Sangatta Utara dan Selatan pada Minggu (9/5/21).

Mengetahui hal tersebut, sontak membuat warga sekitar heboh dan segera melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib.

Aksi nekat seorang pria tersebut langsung direspon oleh tim gabungan hingga bergegas menuju tempat lokasi kejadian (TKP). Setibanya dilokasi telah mendapati pria rersebut sedang menangis histeris.

Hingga sejumlah warga yang menyaksikan berusaha memberikan nasehat agar tidak melakukan aksi konyolnya. Diduga telah mengalami depresi hingga melakukan adegan berbahaya itu.

Selanjutnya, tim Basarnas cs telah melakukan persiapan evakuasi di bawah jembatan dengan menggunakan perahu karet agar saat korban loncat langsung segera dievakuasi.

Dilakosi TKP sejumlah petugas Satlantas Polres Kutim langsung melakukan penanganan dengan mengatur kecepatan akses sejumlah pengendara yang melintas di jembatan tersebut.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Kutim, Aipda Wahyu Winarko menuturkan bahwa pihaknya sedang melakukan penjagaan di pos penyekatan akses kelaur masuk Kutim tiba-tiba mendapat informasi ada orang yang berada diatas jembatan ingin menghabisi hidupnya alias bunuh diri. Kebetulan lokasi kejadian tak jauh dari lokasi pos penjagaan penyekatan.

“Kebetulan sedang melaksanakan pengamanan di pos operasi ketupat mahakam lalu ada informasi ada seseorang yang hendak loncat dari jembatan pinang,” paparnya.

Diakui, bersangkutan sempat dibujuk untuk turun hingga menggunakan tangga, namun selalau menghindar ke sisi lain jembatan sembari berteriak dan menangis.

“Karena tetap tak bisa dibujuk hingga akhirnya terjun bebas ke sungai hingga dilakukan pencarian dan berhasil dievakuasi,” sebutnya.

Setelah tim melakukan evakuasi mengangkat korban ke permukaan dengan kondisi tubuh lemas hingga bergegas dibawa rumah sakit terdekat dengan harapan agar nyawanya masih bisa terselamatkan.

“Belum dapat memastikan penyebab indikasi terjadinya percobaan nekat tersebut dugaan sementara lagi frustasi atau sedang ada masalah hingga mengalami depresi berat,” imbuh Wahyu. (*)

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *