Tanggapan Dewan Terkait Perijinan Pabrik Semen di Kutim

Kutim- Keberadaan pabrik semen di Kutai Timur (Kutim) hingga kini masih menjadi sorotan pasalnya proses perijinan ternyata tidak sepenuhnya beres 100 persen.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi A DPRD Kutim, Basti Sanggalangi menuturkan bahwa pihaknya dalam waktu akan berencana turun sidak langsung ke lapangan karena ada beberapa persoalan yang harus ditindaklanjuti.

“Kami akan memperjelas terkait perijinan operasi karena masih ada beberapa yang belum dipenuhi. Termasuk keberadaan tenaga kerja asing (TKA). Karena ada da laporan kalau sudah banyak tenaga kerja asing yang tidak sesuai pelaporan yang ada,” sebutnya saat dihubungi Rabu (7/4/21).

Berdasarkan data yang diterima merangkum hanya 13 orang saja TKA yang memiliki ijin untuk berdomisili dan bekerja di wilayah tersebut sehingga lebih dari jumlah tersebut maka tergolong ilegal.

“Kalau dibilang melanggar memang melanggar. Sebenarnya sesuai aturan perusahaan tidak boleh melakukan aktivitas apapun sebelum memenuhi ijin terlebih dahulu,” sebutnya.

Prinsipnya pihaknya tidak pernah menghalangi investor hanya saja mereka melakukan kegiatan operasional asalkan proses perijinan sudah dipenuhi.

“Kami minta perusahaan segera melengkapi segala Perijianan. Seperti ijin memasukan alat berat dan tidak melintas di jalan provinsi karena beban berlebih medan jalan cepat rusak. Sehingga alternatif masuk lewat jalur laut,” tandasnya. (adv/kls)

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *