Antusias Warga Donor Darah Gelaran PAC Ansor Sangatta Utara

Kutim- Pengurus anak cabang gerakan pemuda ansor (PAC GP Ansor) Sangatta Utara Kutai Timur (Kutim) menggelar bakti sosial donor darah yang diselenggarakan di Sekretariat Jalan Rudina, Gang Teluk Rawa Indah, Minggu (13/6/21).

Dikonfirmasi Ketua PAC GP Ansor Sangatta Utara, Arif Hidayat menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan aksi sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan donor darah yang terlaksana pihaknya telah menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI).

“Memang kegiatan donor selalu di laksanakan setiap tahun, dan insya Allah akan selalu istiqomah dalam melaksanakan donor darah sebagai agenda rutinan,” sebutnya.

Prinsipnya, dalam kegiatan donor darah ini merupakan misi kemanusiaan berbagi untuk sesama. Selaku penyelenggara pihaknya mengajak kepada masyarakat secara luas khususnya anggota Ansor dan Banser wilayah Sangatta Utara untuk mendonorkan darahnya. Serta terus menjaga kesehatan agar bisa menjadi pendonor darah bilamana dibutuhkan sewaktu-waktu.

“Berbagi itu tidak serta merta harus secara materil, keringat dan tenaga, namun bisa juga dengan tubuh kita salah satunya darah. Karena setetes darah disumbangkan mampu menyelamatkan nyawa seseorang,” paparnya.

Kegiatan donor darah kali ini mampu mengumpulkan sebanyak 25 kantong darah yang diserahkan ke PMI Kutim yang akan disumbangkan jika ada yang membutuhkan.

Ditemui usai melakukan donor darah, Ketua GP Ansor Kutim, Zainul Arifin menyampaikan bahwa diadakannya donor darah lantaran seringnya kekurangan atau stok darah menipis yang ada di PMI dalam waktu tertentu.

“Donor darah sangat membantu bagi yang membutuhkan. Selain itu, rutin donor bagus untuk kesehatan bagi pendonornya. Kami membantu ketersediaan stok kantong darah karena terkadang dibutuhkan secara mendadak,” ucap Zainul.

Diakui, tidak ada target khusus mengenai jumlah kantong darah yang terkumpul yang jelas pihaknya membuka secara umum agar bisa terkumpul sebanyak-banyaknya sesuai batas waktu yang telah ditentukan.

“Semua calon pendonor terlebih dahulu diperiksa kesehatan. Sebab tidak serta merta semua calon pendonor bisa diambil darahnya. Semisal badan kurang sehat atau memiliki penyakit khusus,” tandasnya. (*)

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *