PAMA Tanamkan Nilai Toleransi kepada Ratusan Pelajar Kutim Lewat DEI MOVE 2026

Oplus_16908288

Kutai Timur– Keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk tumbuh bersama. Pesan inilah yang digaungkan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) site KPC Kutai Timur (Kutim) melalui kegiatan Diversity, Equity and Inclusivity (DEI) MOVE 2026 di SMAN 2 Sangatta Utara, Senin (26/10/2026).

Melalui kegiatan yang diikuti ratusan pelajar SMA dan SMK tersebut, PAMA mengajak generasi muda memahami pentingnya keberagaman, kesetaraan, dan inklusivitas. Upaya ini menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan.

DEI MOVE 2026 tidak sekadar menjadi ajang perlombaan antarsekolah. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi pelajar untuk memperluas wawasan kebangsaan, mengenal kekayaan budaya Nusantara, sekaligus membangun sikap saling menghormati di tengah perbedaan.

Dua kompetisi edukatif digelar yakni, Lomba Cerdas Cermat dan Lomba Memori Nusantara. Melalui kedua lomba tersebut, peserta ditantang mengasah pengetahuan sekaligus memperkuat pemahaman tentang identitas bangsa dan pentingnya persatuan.

CSR Department Head PAMA KPCS, Agung Dwi, mengatakan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh kemajuan industri, tetapi juga kualitas sumber daya manusia dan keharmonisan hubungan sosial di masyarakat.

Keberagaman bukan sekadar perbedaan yang harus diterima, tetapi juga kekuatan yang bisa menyatukan.”Kami ingin para pelajar tumbuh menjadi generasi yang terbuka, mampu menghargai sudut pandang orang lain dan menjadikan perbedaan sebagai modal untuk maju bersama,” ujar Agung.

Oplus_16908288

Ia berharap nilai-nilai tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan sekolah, menurutnya, menjadi salah satu tempat penting untuk membiasakan sikap saling menghargai dan membangun kebersamaan.

Kegiatan ini turut mendapat apresiasi dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Kalimantan Timur (Provinsi Kaltim, Mustari. Ia menilai kolaborasi antara perusahaan dan dunia pendidikan dapat memperkuat pembentukan karakter peserta didik, terutama dalam menghadapi kehidupan sosial yang semakin beragam.

Mustari menekankan, pemahaman tentang keberagaman dan kesetaraan perlu diwujudkan melalui perilaku nyata, termasuk mencegah intoleransi dan perundungan di lingkungan sekolah.“Pelajar harus membiasakan diri menghormati sesama tanpa memandang latar belakang,” ujarnya.

Sehingga tidak boleh ada ruang bagi intoleransi maupun perundungan, dan setiap siswa harus mendapatkan kesempatan yang setara, termasuk dalam hal gender.

“Nilai-nilai ini perlu hadir dalam keseharian, bukan hanya dipahami sebagai materi pembelajaran,” tegasnya.

Menurutnya, dukungan berbagai pihak diperlukan agar sekolah dapat menjadi ruang yang aman, nyaman, dan terbuka bagi seluruh peserta didik.Kepala SMAN 2 Sangatta Utara, Hasrul, juga menyambut positif pelaksanaan DEI MOVE 2026. Ia menilai kegiatan berbasis kompetisi tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih luas karena siswa dapat mengembangkan kemampuan akademik sekaligus sikap sosial.

Dalam perlombaan, siswa memang berusaha meraih kemenangan. Namun, ada hal yang jauh lebih penting, yaitu belajar bekerja sama, menghormati lawan, menerima perbedaan, dan menjaga sportivitas.

“Pengalaman seperti ini menjadi bekal bagi mereka untuk membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua,” kata Hasrul.Ia berharap pengalaman yang diperoleh para peserta dapat memperkuat rasa percaya diri sekaligus membentuk karakter yang menghargai keberagaman.

SMAN 2 Sangatta Utara tampil menonjol dengan meraih gelar juara pertama pada kedua perlombaan. Pada Lomba Memori Nusantara, posisi juara kedua ditempati SMAN 1 Sangatta Utara, sedangkan juara ketiga diraih SMKN 2 Sangatta Utara.Sementara pada Lomba Cerdas Cermat, SMAN 1 Sangatta Utara menempati posisi juara kedua dan SMAN 1 Rantau Pulung meraih juara ketiga.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur pemerintah dan pemangku kepentingan, di antaranya pengawas Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II, perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutim, Kecamatan Sangatta Utara, Koramil 0909/Sangatta, serta PT Kaltim Prima Coal (KPC).

Melalui DEI MOVE 2026, PAMA berharap tumbuh generasi muda Kutim yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, menjunjung kesetaraan dan mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman. Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.

“Sekaligus mendorong terciptanya lingkungan masyarakat yang lebih inklusif,” pungkasnya. (*)

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *