Minyak Goreng Tidak Langka “Panic Buying” Picu Antrean Mengular di Distributor

KILASKALTIM.COM– Sejumlah warga rela berdesakan dan antrean panjang di salah satu toko distributor demi mendapat minyak goreng kemasan berukuran dua liter.

Diketahui, sebanyak seribu kardus minyak goreng yang akan diberikan jatah namun dibatasi setiap warga maksimal dua bungkus. Untuk mempermudah proses transaksi maka maka konsumen diimbau agar membawa uang pas dan kantong belanja masing-masing.

Agar tidak melakukan transaksi berulang-ulang petugas menyiapkan tinta agar setiap kali transaksi konsumen diminta mencelupkan jarinya ke tinta untuk dapat mengenali setiap orang yang sedang mengantri dan tidak melakukan pembelian melebihi yang telah ditetapkan.

Pejabat Fungsional Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Achmad Dony Erviady mengatakan bahwa sebenarnya minyak goreng tidak langka namun harganya di distributor lebih murah.

“Kalau harga di disitributor sebesar Rp 14 Ribu Perliter. Mereka yang antre takut tidak kebagian saja padahal sudah dijatah masing-masing empat liter dengan harga Rp 56 Ribu,” sebutnya.

Sehingga untuk mengawasi antrean, pihaknya dibantu aparat untuk memantau situasi di distributor agar tidak saling berdesakan sehingga meminta disiplin Prokes.

“Memang untuk penjualan minyak goreng dibuka umum bagi warga. Itupun untuk sehari saja makanya banyak warga berbondong-bondong untuk mengantre,” ujarnya.

Pihaknya akan terus melakukan pantauan ketersediaan stok minyak goreng di sejumlah toko agar tidak terjadi kelangkaan. Serta memastikan harga telah ditetapkan sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat. Meskipun ia tidak memungkiri masih ada saja oknum yang mempermainkan standar harga.

“Cuma memang selisih harga ini kadang-kadang masyarakat lebih memilih mengantre. Idealnya kalau di distributor harganya 14 Ribu namun di toko lain kadang melambung tinggi. Kalau kami sidak normal aja tapi beberapa saat ada lagi laporan warga,” ucapnya.

Diakui, warga hanya “Panic Buying” untuk kehabisan stok. Padahal tak berselang lama pihak Disperindag juga keluarkan stok yang sama.

“Saya fikir kalau cuma konsumsi rumah tangga tidak bakal kehabisan dengan tenggang waktu pendistribusian. Namun lagi-lagi masyarakat kita tidak mau kehabisan apalagi menjelang ramadan ” timpalnya. (kls)

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *