Hepnie Minta Sekolah Tidak Wajibkan Beli Seragam

Kutim- Meski penerapan pembelajaran secara daring akan tetapi masih ada beberapa sekolah yang menjual seragam sekolah, untuk ditebus oleh para orang tua murid.

Hal inipun dianggap memberatkan ditengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit saat pandemi Covid-19 di Kutim yang belum landai.

Anggota DPRD Kutim, Hepnie Armansyah meminta pihak sekolah lebih Arif dan bijaksana. Tidak mewajibkan harus membeli seragam sekolah untuk anak murid dari sekolah.

“Sehingga para orang tua murid tidak merasa dibebankan ditengah kondisi seperti ini,” ujar Hepnie.

Sehingga untuk sekolah yang harus tetap beli seragam dan lain-lainnya agar tidak diwajibkan.

“Harus melihat kemampuan masyarakat. Jadi kalau ada seragam yang lama dipakai itu saja,” sebut dia.

Hal itu agar masyarakat tidak kembali dibebankan. Setelah sebelumnya harus membayar kewajiban lainnya.

Sehingga lebih baik menurutnya, para orang tua dibebaskan saja. Sesuai kemampuan masing-masing orang tua.

Disaat kondisi ekonomi masyarakat sangat terganggu. Terlebih adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi cenderung menurun.

“Karena masyarakat sudah merasa kesusahan jadi jangan ditambah lagi dengan kewajiban yang memberatkan,” timpalnya. (adv/kls)

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *