Dewan Soroti Ratusan TKA Gunakan Visa Kunjungan Bekerja di Kutim

Kutim– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) Fraksi PDI-Perjuangan, Yuli Sapang menyoroti tenaga kerja asing (TKA) di PT Kobexindo Cement, pabrik semen daerah Sekerat dan Selangkau.

Ia mengatakan harusnya perusahaan pabrik semen merangkul warga lokal sekitar karena izin yang telah diberikan menargetkan penyerapan tenaga kerja lokal.

“Kebetulan kemarin saya tidak turun kelapangan langsung ya, jadi teman-teman dewan yang lain saja dan hasilnya ada temuan sekitar 40 visa kerja yang legal, dan ratusan visa liburan,” ujarnya.

Berdasarkan temuan itu, akhirnya beberapa anggota DPRD Kutim menghadap langsung ke Provinsi untuk menelusuri kebenaran data tersebut.

Benar saja apa yang didapatkan di lapangan sama dengan data di provinsi, jika sejumlah tenaga yang berada di beberapa area kerja tersebut memiliki visa berkunjung, bukan visa kerja.

“Sebenarnya tidak hanya satu itu saja yang disoroti, sejumlah tambang di Kutim ini juga wajib kita perbaiki. Sebab kita takutkan ada temuan-temuan macam ini lagi kedepannya,” bebernya.

Pria yang akrab disapa Sapang ini menuturkan dirinya kerap kali turun kelapangan perusahaan untuk terus memberikan imbauan, termasuk kepada pabrik semen yang awalnya merekrut sebanyak 17 ribu karyawan itu.

“Saya turun itu dan saya peringatkan, kalau untuk tenaga ahli boleh saja, tetapi ini sejenis pembawa eksavato dan syarat awal masuk harus menguasai bahasa Mandarin. Jelas ini sudah tidak benar kan,” urai dia.

Harusnya, kata dia, temuan tersebut menjadi perhatian pihak perusahaan. Pasalnya awal berdirinya perusahaan tersebut, DPRD sudah melakukan rapat dengan pimpinan perusahaan.

” Ini sudah dibawa ke provinsi dan kita masih menunggu terkait kelanjutannya, tapi yang jelas kita akan terus kawal sampai tuntas,” tutur Yuli Sa’pang. (Adv/kls)

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *