Tahu Dijadikan Kripik, Begini Cara Intan Geluti Usaha Kuliner

Sangatta, kilaskaltim.com – Kondisi perekonomian Indonesia saat diterpa badai Covid 19 menjadi berantakan. Namun hal itu bukan menjadi kendala untuk sejumlah pelaku UKM di Kutai Timur (Kutim). Banyak inovasi yang lahir bahkan mampu mendongkrak pendapatan.

Seperti yang dilakukan oleh Intan Arini (18), puteri kelahiran “Kota Tercinta” ini mulai menggeluti bidang kuliner, dirinya konsen pada usaha camilan. Ia mampu menyulap tahu yang biasanya dikonsumsi menjadi lauk, kini diubah jadi camilan unik.

‘Keripik Tahu Aku Leh’, begitu sebutan brand yang ia cetuskan. Merk yang digadang-gadang berbahasa Kutai itu diharap mampu digandrungi oleh orang-orang daerah. Didukung ibu dan kedua kakaknya, yang notabenenya perempuan, membuat ia mantap untuk menggeluti usaha ini meski masih memproduksi di rumah. Bersama orangtua dan saudaranya, ia menetap di Kecamatan Sangatta Selatan.

“Bismillah saya mencoba berinovasi supaya ada camilan baru lagi di Sangatta,” kata wanita berhijab syari ini.

Usaha keluarga ini dilakoninya belum lama, hanya saja sejumlah pelanggan kerap kali kehabisan dan harus memesan terlebih dahulu. Ia membandrol harga kripik sangat bersahabat dan tidak merogoh kocek terlalu dalam, yakni Rp 10 ribu per bungkus dengan dua varian rasa, baik original maupun pedas.

Terpisah, Founder Asosiasi Pedagang Kaki Lima (Aspal) Kutim, Boim mengapresiasi adanya pengusaha milenial yang berinovasi untuk menggebrak UMK daerah. Apalagi di tengah pandemi seperti ini.

“Saya rasa new normal ini akan membuktikan bangkitnya para pengusaha muda yang bergerak di bidang UKM,” tuturnya.

Menurut dia, produksi camilan kripik tahu ini merupakan hasil karya anak muda Sangatta yang diprediksi mumpuni mengambil alih peran di sektor UKM lokal.

“Patut diapresiasi, dia anak muda siap untuk membangun terobosan ekonomi mandiri produk camilan. Ini membuktikan Kutim memiliki brand lokal. Karena brand lokal itu keren,” imbuhnya.

Beragam usaha sudah dijalankan oleh anak muda di kabupaten itu.
Banyak pula brand lokal yang sudah beredar di luar Kutim. Ayo dukung brand lokal,” tambah dia. (*/)

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *