Ketua DPRD Kutim, Joni Pimpin Hearing Aliansi Dosen dan Karyawan STAIS
Kutim- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur, Joni yang didampingi Wakil Ketua II Arfan, serta Ketua Komisi D, Maswar.
Pada saat itu pihaknya menerima kunjungan Aliansi Dosen, Karyawan dan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS) Kutai Timur (Kutim).
Aliansi Dosen mengadukan nasib mereka kepada DPRD Kab. Kutim yang tidak menerima haknya berupa gaji sejak enam bulan terakhir.
Ketua DPRD Kutim, Joni menyikapi persoalan yang tengah dialami oleh tenaga pendidik di STAIS. Ia menyebut jika saat ini tuntutan mereka harus mengikuti aturan.
Pasalnya, semenjak Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagari) mewajibkan Pemerintah Daerah (Pemda) menggunakan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).
“Seluruh dana hibah mengalami kendala dan hingga kini belum ada yang cair. memang sampai saat ini, dana hibah alami kendala aturan, sehingga sampai sekarang tidak ada yang bisa keluar,” kata Joni.
Adapun terkait tuntutan Aliansi Dosen dan Karyawan STAIS yang meminta ada dana talangan dalam kurun waktu dekat, agar kebutuhan rumah tangga bisa terpenuhi.
Joni mengaku saat ini hanya bisa membangun komunikasi dengan Pemerintah.
“Kami akan bangun komunikasi dengan Pemerintah, dan berharap ada jalan keluarnya dalam waktu dekat ini,” paparnya.
Selain itu, ia juga meminta, agar persoalan semacam ini jangan sampai terluang kembali di kemudian hari.
“Mudah-mudahan Pemerintah Daerah bisa mengeluarkan regulasi agar bisa menjadi solusi jangka Panjang,” tukas Joni. (adv/kls)