Faizal Rachman: Sektor Pertanian Harus Tangguh Hadapi Covid-19

Kutim- Angggota DPRD Kutai Timur (Kutim) sekaligus Pembina Kelompok Tani Penakar Beni (KPB), Faizal Rachman mengatakan, sektor pertanian harus diperkuat dalam menghadapi musim pandemi Covid-19. Sektor ini harus tangguh dan menjadi solusi Indonesia keluar dari bencana.

“Pertanian harus dijadikan sebagai primadona pembangunan, baik di daerah maupun nasional. Terlebih kita sekarang berada dalam situasi krisis multi dimensi akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak Maret 2020 lalu,” kata Faizal Rachman.

Oleh karenanya, sebagai komitmen dalam membangkitkan sektor pertanian . Sebab hal ini, tak jarang tersentuh atau turun langsung ke sawah, tinggal bersama petani. Sehingga aa ingin memastikan kebutuhan bibit unggul yang dihadapi petani terpenuhi.

Politisi PDI Perjuangan ini membina langsung para petani yang terhimpun dalam wadah Kelompok Tani Penakar Beni (KPB) Sungai Mandor I, Desa Cipta Graha, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur.

Melalui KPB Sungai Mandor I yang dibinanya, Faizal Rachman mengembangkan hasil pertanian lokal Kutai Timur dan memberdayakan mereka melalui skema bantuan sosial. Faizal Rachman tak mau bantuan diberikan sembarangan. Ia ingin bantuan tersebut efektif.

“Bantuan yang diberikan kepada petani harus memenuhi dua unsur. Pertama harus berkualitas. Tidak bisa bantuan bubit atau yang lainnya sembarangan. Kedua, harus memperhatikan lokalitas. Produk pertanian yang diberikan harus dihasilkan oleh warga lokal,” bebernya.

Faizal mengemukakan, sejak terpilih sebagai wakil rakyat pada 2019 silam, dirinya aktif menyelenggarakan program sosial pembagian Sembilan bahan pokok murah kepada masyarakat.

Terlebih dalam situsai corona, banyak warga yang mengalami kesulitan ekonomi, ia selalu berikhtiar membantu warga sekuat tenaga.

Gerakan pembagian smebako murah sejak pandemic Covid-19 melanda ia ganti dengan pembagian paket paket beras murah. Beras yang dibagikan berasal dari hasil petani Kutai Timur.

Melelui keterlibatan langsung membina para petani KPB Sungai Mandor I dan keberpihakannya dalam program legislasi maupun budgeting di DPRD, sehingga para petani Kutim makin berdaya dan tangguh baik selama pandemi Covid-19 maupun setelah berakhirnya wabah tersebut.

“Petani dan sektor pertanian Kabupaten Kutai Timur harus mandiri dan maju sebagai tulang punggung pembangunan derah,” tutupnya. (adv/kls)

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *