Bantaran Sungai Potensi Bencana, Ini Tanggapan Dewan

Kutim– Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terkenal akan sungai, pantai, wisata, hingga pegunungan nya yang indah. Namun dari segala ke indahan tersebut, ancaman bencana juga pasti ada untuk seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

Mulai dari banjir, longsor, kebakaran dan lain sebagainya. Beberapa waktu lalu beberapa kecamatan di Kutim juga mengalami musibah seperti yang sudah disebutkan, dengan curah hujan yang tinggi tiga kecamatan di Kutim terendam banjir, dan satu kecamatan longsor.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kutim, Jimmy menceritakan kembali kala itu Kecamatan Teluk Pandan mengalami longsor yang menutupi hampir seluruh badan jalan, akibatnya kemacetan hampir 10 kilometer terjadi.

“Beruntungnya waktu itu pemerintah langsung sigap ya, kebetulan pak bupati juga langsung menginstruksikan dinas terkait untuk segera bertindak, seperti BPBD, Dishub dan berkoordinasi dengan Polantas Polres Kutim,” ucapnya.

Kemudian pada Maret banjir menenggelamkan Kecamatan Sangatta Utara dan Selatan, banyak binatang buas seperti buaya juga berenang mendekati rumah warga, beruntungnya pada saat itu tidak ada korban jiwa.

Usai musibah tersebut, Jimmy mengaku pihaknya langsung melakukan rapat dengan Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Dinas Perhubungan dan Dinas Perkim untuk mengevaluasi dan langkah antisipasi untuk kedepannya.

“Kita membahas soal bagaimana cara memaksimalkan penanganan penanggulangan bencana. Bukan hanya banjir saja, tapi misal longsor dan kebakaran, teknis di lapangan dan sebagainya,” ujarnya.

Khusus untuk banjir, perhatian tertuju selain Sangatta Utara, Sangatta Selatan dan Bengalon, juga ke daerah bantaran sungai seperti Long Mesangat dan Muara Ancalong.

Lantaran wilayah permukiman di sekitarnya kini sudah tergerus air, ini yang harus menjadi perhatian pemerintah di kemudian hari, sebagai bentuk antisipasi pada bencana.

“Sosialisasi juga harusnya diberikan, misal ketika daerah mereka dilanda banjir, atau longsor. Apa yang harus mereka lakukan, dan apa-apa saja yang harus dipersiapkan agar tidak kelabakan saat bencana itu datang,” paparnya. (adv/kls)

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *