Ansor Kutim Apresiasi Langkah Pemerintah Daerah Menyikapi New Normal
Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kutim, Zainul: “Kehati-hatian Merupakan langkah yang tepat“
kilaskaltim.com, Sangatta– Setelah merebakanya wabah pandemik covid-19. Virus yang berasal negeri Wuhan, China ini tak kunjung mereda meskipun populasi yang terjangkit kian menurun hingga pemerintah Indonesia mencanangkan gaya hidup baru atau pola aktivitas untuk pemulihan ekonomi setelah beberapa bulan terakhir ini terlihat lesu.
Meski sebelumnya upaya Pemerintah terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 hingga sebagian daerah diterapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Bahkan sempat diminta untuk menutup segala akses pintu masuk baik jalur udara, laut dan darat antar negara atau istilah lain (Lockdown) namun berbagai pertimbangan akhirnya dibatalkan.
Menyikapi wabah kian berkepanjangan ini akhirnya pemerintah ingin menerapkan pola strategi baru dengan tetap melakukan aktivitas secara terbatas dan tetap mengikuti protokol kesehatan dengan istilah (New Normal).
Hal itu agar tetap berjalan perputaran ekonomi utamanya sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) maupun di sektor sosial. Hingga akhirnya masyarakat didorong untuk tetap beraktivitas dengan protap kesehatan.
Meski beberapa daerah termasuk sebagian Kabupaten/Kota yang ada di Kalimantan Timur (Kaltim) telah mencoba menerapkan pola New Normal. Terlihat sebagian tempat ibadah sudah mulai diperbolehkan beraktivitas peribadatan.
Namun, untuk di Kabupaten Kutai timur nampaknya tidak serta merta menerapkan hal itu akan tetapi masih tahap pengkajian mengingat Kutim merupakan salah satu daerah masuk kategori zona ungu.
Bahkan beberapa waktu yang lalu Bupati Kutim, Ismunandar menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum memberlakukan New Normal di Kabupaten yang di pimpinnya itu yang memiliki 18 Kecamatan. Selain itu pola aplikasi New Normal harus mengikuti anjuran protokol kesehatan.
Meski beberapa kalangan masih menjadi pro dan kontra terkait pemberlakuan New Normal sebab pemerintah juga akan bertanggung jawab besar ketika hal ini tidak tepat dan efektif serta di khawatirkan memunculkan klaster baru.
Salah satu apresiasi bagi pemerintah daerah datang dari ketua GP Ansor Kutim, Zainul Arifin. Pihaknya mendukung langkah bijak pemerintah yang tidak terlalu terburu-buru menerapkan pola tersebut.
“Kehati-hatian merupakan langkah yang tepat,” tutur Zainul singkat.
Dikatakan, New Normal bukan berarti keadaan sudah normal namun hal itu upaya pemerintah agar aktivitas tetap berjalan namun tetap ada pembatasan.
“Jadi new normal bukanlah keadaan yang sudah normal tetapi bagaimana bisa beraktivitas seperti keadaan normal dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Wabah Covid-19 sulit di deteksi makanya perlu mengikuti imbauan pemerintah,” lanjut Zainul.
“Semua aspek harus betul-betul disiapkan, karena dengan new normal, orang-orang mulai berkegiatan, mulai bersosialisasi. potensi penularan justru meningkat. Kita harus siap dulu,” lanjutnya lagi.
Lebih jauh Zainul mengingatkan bahwa persoalan wabah Covid-19 merupakan komitmen secara bersama. Untuk itu dengan menerapkan pola hidup sehat, mengikuti protokol kesehatan dan menaati imbauan pemerintah agar bisa memutus mata rantai penyebarannya.
“Jadi seluruh elemen harus waspada dan komitemen agar semua merasa punya tanggung jawab sebab ini menyangkut keselamatan jiwa masing-masing,” tandasnya. (*/kls)