Realisasi Dana Silpa 2022 Melalui Skema Program Tahun Jamak
Kutim– Pemerintah Kabupaten Kutia Timur (Kutim) terus kebit progres realisasi anggaran untuk dapat terserap secara maksimal. Meskipun tak bisa dipungkiri hingga penghujung tahun 2021 ini bakal ada sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa).
Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang tak menampik hal demikian. Munculnya sisa lebih pembiayaan anggaran APBD Kutim dipicu lantaran anggaran yang dimiliki Pemkab Kutim cukup besar sehingga melebihi target yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Namun memastikan anggaran tersebut tidak bakal hilang dan akan programkan pembangunan pada tahun berikutnya. Pasalnya, masih ada lagi kegiatan yang belum masuk dalam program tetapi anggarannya masuk dalam skema APBD perubahan 2022.
“Makanya itu menjadi silpa dan nanti ditahun 2023 mendatang akan di programkan lagi dalam kegiatan,” jabarnya.
Meski tidak disebutkan secara rinci terkait besaran silpa tahun ini namun di prediksi hingga ratusan miliar. Salah satunya berasal dari Program sistem kontrak tahun jamak yang tidak bisa dilaksanakan diakhir tahun 2022 ini.
“Kendala program tahun ini karena tidak boleh masuk pengerjaan di APBD perubahan. Sistem kontrak tahun jamak ini harus dimulai dari APBD Murni,” sebutnya.
Alasan tidak diperbolehkannya karena tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena terhitung masuk separuh anggaran saja. Walaupun pekerjaannya masuk di bulan Juni tetapi programnya harus masuk di anggaran murni.
“Itu berdasarkan hasil konsultasi antara pemerintah dan DPRD ke pemerintah pusat,” tukasnya. (adv/kls)