Jabatan Eselon Akan Dirampingkan, BKPP Lakukan Inventarisasi

SANGATTA – Wacana perampingan eselon 3 dan 4 pada 2020 mendatang masih simpang siur. Nampaknya banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum mau melebur.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kutim, Zainuddin Aspan menuturkan saat ini pihaknya masih menginventarisasi eselon tersebut jika akan berubah menjadi pejabat fungsional.

“Masih kami pelajari, apakah jika difungsionalkan akan menghilangkan struktural,” ungkapnya.

Dengan inventarisasi ini, pihaknya akan melibatkan masing-masing OPD untuk mengevaluasi kembali jabatan yang tidak produktif. Dengan itu, pekerjaan satu bidang dapat digabungkan menjadi satu badan.

“Kami lihat dulu pekerjaannya apa, saya akan minta ke setiap OPD mengelauasi kembali mana jabatan yang tidak maksimal dan bisa digabungkan, kami minta kerelaan mereka,” tuturnya.

Sebanyak 300 pejabat eselon 3 dan 4 seeprtinya akan bernasib tergantung. Padahal penyempitan eselon ini bertujuan untuk memaksimalkan kinerja. Terlebih, jumlah tenaga administrasi sudah melampaui batas.

“Jumlahnya tenaga administrasi saja luar biasa. Mungkin di Kutim mencapai 600 an, belum ditambah jabatan fungsional, juga jabatan di UPT,” tandasnya.

Untuk itu, dirinya menunggu petunjuk langsung dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Pasalnya 2020 mendatang harus sudah dilaksanakan, meski kondisi Kutim siap maupun tidak siap.

“Dari persiapan sampai realisasi masih tarik ulur juga, mau sapu bersih lebih susah. Saya tidak sepenuhnya yakin bisa dilaksanakan semua tahun depan,” kata Zai sapaan akrabnya.

Sebelumnya, lanjut dia, BKN menanyakan pada pihaknya OPD mana yang bersedia dirampingkan. Sejauh ini dirinya baru mengajukan analisis kepegawaian untuk dipersempit.

“Sementara kami masih inventarisasi, ya paling analisis kepegawaian yang akan dirampingkan,” jelasnya.

Analisis tersebar di berbagai OPD. Seperti Dinas Lingkungan Hidup maupun Dinas Kesehatan dan dinas lain. Namun, hal itu dikembalikan sesuai dengan perananan.

“Kalau memang analisis, tapi posisinya penting ya susah juga. Nanti kami lihat dulu. Soalnya susah, mau ditaro dibidang juga bingung, kan bidang eselon 3, posisinya sama mau dihapus juga,” tutupnya.(*)(zm319)

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *