Ketua Fraksi Golkar Beri Tanggapan Jelang Musda

Kutim- Pelaksanaan Musyaawarah Daerah (Musda) DPD Golkar Kutai Timur (Kutim) memang tarik ulur. Pasalnya wacana pelaksanaan musda seharusnya digelar pada Agustus 2020 silam namun tiba-tiba ditunda secara mendadak.

Namun angin segar pelaksanaan musda kembali berhembus. Kabarnya sebentar lagi akan segera dihelat pelaksanaan musda pada bulan April 2021 ini. Meskipun belum ada kepastian terkait jadwal dan tanggal pelaksanaan namun bulan ini akan digodok sebagaimana pernyataan dilontarkan oleh Plt Ketua Golkar Kutim, Sayid Anjas di Kantor Sekretariat DPRD Kutim, Senin (5/4/21) kemarin.

“Dalam waktu dekat ini kami akan laksanakan musda. Sebenarnya sudah ada instruksi DPD I Golkar untuk segera dilakukan makanya kami cari waktu longgar untuk jadwal pelaksanaan. Selambat-lambatnya habis lebaran,” sebutnya saat ditemui.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kutim itu mengaku hanya terkendala waktu yang pas untuk pelaksanaan dan berharap dalam musda kali ini bisa mengumpulkan pengurus untuk menyamakan persepsi. Setelah ada pertemuan intens akan dijadwalkan waktu dan tempat.

“Pastinya pelaksanaan segera dilakukan dan tempatnya tetap di Kutim. Kalaupun nanatinya tidak menemukan titik terang atau mufakat akan dibawa ke DPD I Provinsi,” sebutnya.

Diakui, berdasarkan surat keputusan (SK) masa jabatan yang berakhir pada Agustus 2021 mendatang. Sehingga dari sisa waktu tersebut akan dimaksimalkan dalam menjalankan amanah sesuai masa jabatan yang telah diembannya.

Bahkan pihaknya masih berambisi dalam pemilu 2024 mendatang Partai Golkar menjadi partai pemenang menduduki jabatan ketua DPRD Kutim. Bahkan pihaknya mendukung siapapun yang menjadi pucuk pimpinan akan mendorong untuk maju sebagai calon kepala daerah.

“Jadi siapapun ketua terpilih nantinya dapat mengakomodir kepentingan kader dengan merangkul semua calon-calon yang bertarung di pileg 2024 nantinya,” paparnya.

Sehingga pihaknya membuka ruang semua kader yang potensial yang layak memimpin partai sehingga dapat menjalankan organisasi partai agar menjadi pemenang dengan perolehan suara terbanyak.

“Intinya dapat merangkul semua kader agar Golkar tetap solid. Apalagi ini sudah lewat masa Pilkada sehingga semua tetap saling koordinasi agar terbangun komunikasi yang baik,” tandasnya. (adv/kls)

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *