Perjalanan Wisata Religi GP Ansor Kutim

KILAS- Rombongan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Cabang Kutai Timur telah melakukan wisata religi di kawasan pesisir Kutai Timur. Sejumlah peserta sudah berkumpul di sekretariat, Sabtu pagi (14/3/2020) sekira Pukul 06:15 Wita.

Sebagaimana intruksi koordinator lapangan para peserta segera berkumpul sesuai jadwal yang telah diagendakan.

Keberangkatan

Rombongan pengurus dan anggota GP Ansor sudah berkumpul kurang lebih 30 orang. Sebelum berangkat terlebih dahulu dilakukan rembuk persiapan keberangkatan.

Sekretaris PC GP Ansor Kutim, Ali Basuki memandu anggota agar dalam perjalanan tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan.

“Menjadi perhatian peserta ziarah semua di pastikan sudah sarapan di rumah masing-masing. Nanti disana kita akan menginap satu satu malam. Jadi harus mempersiapkan keperluan masing-masing. Selama kegiatan harap selalu berkoordinasi dengan rombongan,” ujarnya.

“Sekitar Pukul 13:30 Wita kita sudah menyebrang dari pelabuhan Maloy menuju Pulau Senumpak. Setibanya ke tempat makam yang menghabiskan waktu sekira 1 jam. Kemudian dilanjut perjalanan menyeberang ke pelabuhan Maloy,” jelasnya.

Dari pelabuhan Maloy naik Bis ke pelabuhan Sembalokan. Kemudian dari pelabuhan Sembalokan nunggu kapal penyebrangan ke Pulau Miang sekaligus menginap disana.

Arahan

Dalam perjalanan wisata religi tersebut tak ingin di sia-siakan sehingga para peserta rombongan diberi lembaran untuk mendiskripsikan keindahan alam tersebut dalam bentuk bait kalimat semaksimal mungkin.

“Misalnya dalam perjalanan dikelilingi bentang alam batuan yang tinggi serta bukit-bukit yang hijau,” tambahnya dihadapan rombongan.

Kemudian hasil deskripsi keindahan alam tersebut yang sekiranya muatan kata-katanya menggambarkan wilayah yang dilalui yang dianggap unik dan butuh di eksplorasi.

“Hasil deskripsi sahabat-sahabat semua bisa kami simpulkan dan dianalisis sebagai bagian dari strategi pengembangan parawisata. Harapannya poin-poin yang telah terkumpul dapat disimpulkan dengan menggunakan analisis SWOT,” lanjutnya.

Dengan menganalisis strategi yang bisa dikembangkan oleh sahabat-sahabat Ansor. Tentunya analisis yang isinya tentang kekuatan maupun kelemahan tantangan dan peluang kedepan.

“Jadi sahabat-sahabat diminta untuk mencatat kekuatan potensi yang ada di desa tersebut. Baik keindahan maupun catatan sejarah,” tandasnya.

Ziarah Makam Habaib

PC Ansor Kutim telah melaksanakan agenda kegiatan ziarah dan eksplore wisata dalam rangka peringatan hari lahir gerakan Pemuda ansor yang ke-86.

“Kita memang agendakan wisata religi dengan ziarah ke makam ulama. Diman ini merupakan agenda ke-4 mendatangi makam habib di pulau Senumpak,” tukasnya.

Tujuannya adalah mentradisikan ziarah ke makam ulama sebagaimana yang umumnya dilakukan di Pulau Jawa. Tentu adanya upaya pengembangan yang digagas GP Ansor Kutim.

Daftar Nama-Nama Sembilan Makam:

  1. Alhabib Husain bin Hasyim bin Hasan bin toha bin yahya
  2. Alhabib Umar bin Muhammad bin Ali bin Hasan bin Toha bin Yahya
  3. Alhabib Husein bin Muhammad bin Ali bin Yahya
  4. Alhabib Hasan bin Umar bin Muhammad bin Yahya
  5. Alhabib Salim bin Umar bin Muhammad bin Yahya
  6. Alhabib Muhammad Dulfahar bin bin Umar bin Muhammad bin Yahya
  7. Alhabib Ahmad bin Salim bin Yahya
  8. Alhabib Muhamad Amin Barakbah
  9. Syeikh Umar Albejeber

Pulau Miang

Pulau Miang merupakan kawasan wisata yang memiliki kekayaan hasil laut melimpah juga tempatnya sangat eksotis. Kawasan tersebut memang wajib dikunjungi para wisatawan.

Pulau Miang masuk dalam kawasan pesisir di Kecamatan Sangkulirang Kutai Timur. Bagi pengunjung datang kesana patut berbangga dan bersyukur karena memiliki sumber daya alam yang sangat mengagumkan bagi siapa pun yang datang ke sana.

Salah satu keunikannya yakni sumur galian buatan tahun 1980-an yang berjarak sekitar lima meter dari bibir pantai, namun rasa airnya tetap tawar dan bisa dikonsumsi oleh warga setempat. Bahkan sumber air tersebut menjadi satu-satunya kebutuhan air bersih bagi warga.

Warga desa Pulau Miang yang berjumlah sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) dan sekitar 500 jiwa ini, cukup betah tinggal di sana. Sebab, tidak ada kebisingan.

Mayoritas masyarakatnya memiliki mata pencarian sebagai nelayan. Dimana desa tersebut itu terpisah dari daratan lainnya sehingga untuk menuju kelokasi harus menyebrang menggunakan perahu.

Kali ini Pulau Miang juga menjadi tujuan wisata rombongan GP Ansor Kutim pada Minggu kemarin (15/3/2020).

Ketua pengurus cabang (GP Ansor) Kutim, Zainul Arifin mengatakan Pulau Miang suasananya masih asri sehingga menjadi pesona yang menarik bagi wisatawan.

Menurutnya kedepan Pulau Miang selalu menjadi daftar wajib bagi pengunjung yang penasaran. Sebab, Pulau Miang juga memiliki keunggulan hingga keunikan tersendiri, yang tidak dimiliki oleh daerah lain.

“Adanya sumur air tawar yang selalu penuh untuk menjadi penghidupan warga tentu juga membuat nyaman bagi pengunjung untuk membasuh badan seusai melakukan snorkling,” katanya.

Lebih jauh ia menuturkan kunjungannya di dua pulau yang berbeda dalam rangkaian peringatan hari lahir gerakan Pemuda ansor yang ke-86. Sehingga pihaknya bersama pengurus dan anggota melakukan beberapa agenda kegiatan salah satunya wisata religi dengan ziarah makam habaib dan eksplor wisata di Pulau Miang ini.

“Kita adakan perjalanan wisata religi dengan ziarah ke makam ulama. Ini merupakan agenda ke-4 datang ke sembilan makam habaib di Pulau Senumpak di Kecamatan Sangkulirang. Selain itu kita lanjut ke Pulau Miang untuk melihat potensi wisata yang ada disana,” ucapnya.

Dijelaskan tujuannya yakni mentradisikan ziarah ke makam ulama sebgaimana yang umumnya dilakukan warga Nahdliyin di Pulau Jawa. Maka pihaknya ingin masyarakat luas mengetahui adanya makam habaib di wilayah Kutim.

“Kedepan sangat berpotensi menjadi wisata religi favorit, apalagi di Kutim banyak wisata-wisata yang sangat potensial lainnya,” katanya.

Dengan membawa tim dokumenter khusus pihaknya sangat mengharapkan bagaimana tempat yang dikunjungi bisa menjadi daya tarik wisata dan meningkatkan PAD.

“Kebetulan kita berencana ingin mengadakan Jambore Nasional bersama teman-teman dari Republik. Semoga segera ditindaklanjuti. Jadi hasil pengambilan gambar dari atas itu bisa kita jadikan bahan data ke ruang Menteri Perikanan dan Kelautan,” sebutnya. (kls)

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *