DPC PDIP Kutim Kutuk Pembakaran Bendera Partai Hingga Geruduk Mapolres Kutim

SANGATTA- DPC PDIP Kutai Timur turut memberikan kecaman pelaku pembakaran bendera berlogo banteng moncong putih yang terjadi beberapa hari yang lalu. Turut hadir tiga anggota DPRD fraksi PDIP yakni Siang Geah, Yusuf Silambi dan Yuli Sa’pang beserta kader lainnya.

Hingga sejumlah kader mendatangi Mapolres Kutim untuk melakukan orasi dan menyikapi peristiwa pembakaran bendera PDI Perjuangan yang merupakan simbol Partai yang terjadi di depan Kantor DPR-RI tepatnya, Rabu (24/6/2020) lalu.

Sekretaris DPC PDIP Kutim, Siang Geah mengatakan bahwa dalama peristiwa tersebut pihaknya memberikan empat poin sebagai tuntutan. Maka itu, ia meminta pihak kepolisian untuk mengusut secara tuntas dan segera menangkap para pelaku pembakaran bendera PDIP serta mengusut aktor intelektual di balik pembakaran bendera PDI Perjuangan.

Kemudian, meminta Kepolisian Repoblik Indonesia melalui Kapolres Kabupaten Kutai Timur untuk menindak tegas ormas-ormas terlarang yang masih beraktivitas di Indonesia dan menindak meraka yang telah melakukan tindakan radikalisme serta menghasut dan menyebarkan ujaran kebencian.

“Karena berbahaya untuk kehidupan masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai nilai toleransi,” ujarnya.

Serta meminta pihak kepolisian untuk memastikan tidak ada lagi aksi pembakaran bendera PDI Perjuangan kedepannya dan mencegah agar tidak terjadi kejadian serupa khususnya di wilayah Kabupaten Kutai Timur.

“Tentu kami juga meminta seluruh elemen masyarakat Kutim agar bersama-sama melawan bentuk hasutan dan ujaran kebencian serta menghindari upaya politik adu domba demi terciptanya suasana kondusif di Daerah yang kita cinta ini,” pungkasnya.

Sementara, Kapolres Kutim AKBP Imdras Budi Purnomo mengatakan pihaknya akan menampung segala tuntutan yang telah di layangkan yang selanjutnya akan di proses secara hukum.

“Kami mendukung jika perbuatan melawan hukum akan di proses dengan hukum yang profesional yang sesuai dengan ketentuan. Mari kita sama-sama menjaga kondusifitas di tengah masyarakat,” imbaunya.

Pihaknya meminta dukungan agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik dan apabila diketemukan pelanggaran hukum pasti pelaku ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Selain itu, ia juga mengimbau agar warga masyarakat tidak terpancing yang memicu pecah belah akibat peristiwa tersebut dan tetap menjaga kondusifitas wilayah dan keamanan daerah. (Kls)

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *