Distan Kutim Berencana Bangun Agrowisata Diatas Lahan Seluas 80 Hektar

Kutim– Pemerintah melalui Dinas Pertanian Kutai Timur (Kutim) akan terus berinovasi untuk mengembangkan sektor pertanian di wilayah Kutim. Saat ini berencana mengembangkan agrowisata di Kecamatan Kaubun di atas lahan seluas 80 hektar.

Pihaknya bakal menggodok pengembangan agro wisata yang nantinya akan dibangun jalan tani, sebagai jalan wisata, ada taman repodium, berupa tanaman yang nantinya akan berfungsi sebagai insektisida.

“Nantinya tamanan yang secara alami akan membasmi hama padi,” Kepala Dinas Pertanian Kutim, Dyah Ratnaningrum.

Pihaknya juga akan membangun gazebo untuk tempat istrahat wisatawan, termasuk nantinya akan ada pesta kuliner. Sehingga pada saat akhir pekan (Weekend) dapat menarik masyarakat untuk berkunjung di tempat tersebut.

Tak hanya itu, nantinya dilokasi agrowisata tersebut di bagian tengahnya terdapat areal pesawahan yang luas.

“Kecamatan Kaubun ini memang terkenal dengan pesawahan, bahkan kini jadi lumbung beras untuk masyarakat sekitarnya,” bebernya.

Menurutnya, dalam rangka membangun suatu opjek wisata, maka pemerintah harus melibatkan swasta. Pemerintah cukup membangun infrastruktur jalan.

Namun, dalam mengembangkan wisata di lokasi itu, memang sudah harus ada rencana tata ruangnya, sehingga saat swasta membangun di sana.

“Jadi tidak asal membangun, namun memang semua sudah ada peruntukannya sehingga penataan lebih bagus,” imbuhnya.

Selain itu, Glgeliat hasil produksi pertanian padi di Kutim terus memperlihatkan hasil positif. Kecamatan Kaubun sebagai daerah sentra penghasil beras terbesar. Sebanyak 300 ton beras Kaubun siap dipasarkan ke pasar murah.

Ketua Koperasi Taruna Bina Mandiri (TBM) Desa Kadungan Jaya Kecamatan Kaubun, Priyanto menuturkan bahwa hal tersebut sesuai dengan program pemerintah daerah (Pemda). Kini sebanyak 300 ton beras asal Kaubun ini siap mendukung kegiatan pasar murah yang akan di gagas Disperindag Kutim.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas program itu sehingga bisa membantu terjualnya beras petani. Sehingga petani tambah semangat lagi dalam menghadapi musim tanam,” bebernya.

Pihaknya memenuhi permintaan 300 ton beras. Sehingga fokusnya dalam mengurangi pengaruh kenaikan harga BBM serta mengurangi dampak inflasi bagi masyarakat miskin di Kutim.

“Alhamdulillah penjualan beras nantinya akan bekerja sama dengan Disperindag guna mendukung gelaran pasar murah,” ulasnya.

Pihaknya, melalui koperasi TBM bersama kelompok tani dan gapoktan memasarkan beras Kaubun dengan cara menghimpun penjualan beras menjadi satu pintu. Demi menjaga kualitas beras tetap baik pihaknya akan menggunakan alat mesin pertanian (alsintan) modern yaitu combine harvester.

“Agar supaya memanen lebih cepat, hemat waktu dan biaya. Tentu hal ini dapat meningkatkan hasil produksi para petani,” tutupnya. (adv/kls)

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *