Demi Kemaslahatan Ibadah Dianjurkan di Rumah

Kutim- Selama pemberlakukan PPKM level 4 sehingga dengan pertimbangan hasil rapat evaluasi Pemkab Kutim melalui Tim Satgas COVID-19 menganjurkan kegiatan ibadah sebaikanya dilakukan di rumah saja.

Pelaksanaan dimaksut badah apa saja sesuai penganut agama masing-masing hal itu untuk menyelamatkan dari wabah dan demi kemaslahatan bersama.

Aturan tersebut berlaku secara umum tak hanya untuk ummat islam, akan tetapi semua ummat beragama agama.

Diimbau agar melakukan di rumah saja. Hal ini tak laik untuk menghindari kerumunan dan terjadinya lonjakan Covid-19. Yang mana diketahui, Kutim bertatus menjadi level 4.

Meskipun perintah menganjurkan ibadah wajib di rumah, akan tetapi tempat ibadah tetap di buka seperti biasa.

Bahlan aktivitas tetap berjalan seperti halnya adzan dan iqomah untuk masjid.

“Jangan adalagi salah paham. Peniadaaan ibadah berjamaah bukan berarti tempat ibadah ditutup tempat ibadahnya. Tapi sebaiknya ibadahnya di rumah saja,” ujar Bupati Ardiansyah Sulaiman.

Hal ini sejalan dengan penekanan dari Kementrian Agama (Kemenag) Kutim. Kemenag pun meminta semua tempat ibadah tak melakukan aktivitas yang mengundang banyak orang. Baik kegiataan keagamaan harian maupun mingguan.

“Tidak mengadakan kegiatan peribadatan harian atau mingguan secara berjamaah. Dan mengoptimalkan beribadah di rumah. Termasuk meniadakan salat jumat,” bebernya.

Beberapa masjid pun menerapkan hal itu. Salah satunya Masjid Agung Al Faruq. Sejak ditetapkan aturan tersebut, pihak panitia tak melayani masyarakat umum.

“Jadi sebaiknya salat di rumah masing-masing. Sementara waktu ibadah berjamaah ditiadakan,” tukasnya. (*)

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *