Anggota DPRD Kutim, dr Novel Beri Penjelasan Pemberian Vaksinasi Sesuai Tingkat Usia

Kutim- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Novel Tyty Paembonan memberikan alasan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk tingkatan usai remaja.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kutim ini menjabarkan vaksinasi Covid-19 untuk remaja usia 12-17 tahun sudah mulai dilakukan oleh pemerintah pusat. Dimana wilayah Jawa yang menjadi pelopornya.

Namun demikian, begitu pula di wilayah Kutim juga akan mengikuti program vaksinasi tersebut. Mendengar hal ini, politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu menyepakati program tersebut.

“Saya sepakat dengan pemerintah, melihat kasus Covid-19 mulai melonjak, angka kematian tinggi, kemudian sudah menyerang banyak anak di Indonesia,” ungkap legislator asal Gerindra ini.

Untuk itu, sudah saatnya pemerintah melakukan koordinasi dengan seluruh pihak termasuk Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) atau dokter yang membidangi masalah vaksinasi, imun maupun alergi.

Koordinasi tersebut bertujuan untuk meminta pertimbangan ilmiah maupun medis terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang menyasar pada remaja usia 12-17 tahun.

“Dengan pertimbangan juga bahwa usia 12-17 tahun ini imun mereka tidak sekuat dengan orang dewasa,” ucap Novel yang keseharian juga bergelut di dunia kesehatan.

Selain itu juga, ia menerangkan beberapa alasan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini. Menurutnya, vaksinasi tersebut melihat dari tren kasus yang terjadi saat ini.

“Sebelumnya, tren menunjukkan masyarakat rentan itu orang dewasa hingga lansia, sehingga vaksinasi diprioritaskan untuk orang dewasa dan lansia,” jabarnya.

Ditambah saat ini muncul virus varian baru yaitu delta yang dicurigai penularannya lebih cepat dari pada lainnya. Lanjut Novel, pakar medis dari Universitas Gadjah Mada (UGM) belum meyakini bahwa virus tersebut ganas.

“Menurut teman-teman kedokteran di UGM blm yakin bahwa virus tersebut ganas, tapi kalau penularannya iya lebih cepat,” tuturnya.

Hal-hal seperti itulah yang menjadi beberapa alasan pelaksanaannya vaksinasi Covid-19 untuk usia 12-17 tahun.

“Tentu yang mengkhawatirkan terhadap anak-anak usia 12-17 tahun yang mana tingkat kekebalan pada usia tersebut lebih rendah dari pada orang dewasa,” timpalnya. (adv/kls)

Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *